Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah

April 18, 2009 at 9:21 pm (tokoh muslim)

Nasabnya:
Beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin Shalih bin Muhammad bin Utsaimin Al
Wuhaibi At Tamimy.

Kelahirannya:
Beliau dilahirkan di kota ‘Unaizah pada tanggal 27 Ramadhan tahun 1347 H.

Pendidikannya:
Beliau belajar Al Qur’anul Karim kepada kakek dari pihak ibunya, yaitu
Abdurahman bin Sulaiman Ali Damigh Rahimahullah sampai hafal, selanjutnya
beliau belajar Khath, berhitung dan sastra.

Seorang ulama besar, Syaikh Abdurahman As Sa’dy Rahimahullah telah menunjuk
dua orang muridnya agar mengajar anak-anak kecil, masing-masing adalah
Syaikh Ali Ash Shalihy dan Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz al Muthawwa’.
Kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz inilah beliau belajar kitab
Mukhtasharul Aqidah Al Wasithiyah dan Minhaajus Saalikin Fil Fiqhi, keduanya
karya Syaikh Abdurahman As Sa’dy dan Al Ajrumiyah serta Al Alfiyah.
Lalu kepada Syaikh Abdurrahman bin Ali ‘Audan beliau belajar Fara’idh dan
Fiqih.

Kepada Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’dy yang dikategorikan sebagai
Syaikhnya yang utama beliau belajar kitab Tauhid, Tafsir, Hadits, Fiqih,
Ushul Fiqih, Fara’idh, Musthalahul Hadits, Nahwu dan Sharaf.
Syaikh Utsaimin memiliki tempat terhormat dalam pandangan Syaikhnya, hal
ini terbukti di antaranya ketika ayahanda beliau pindah ke Riyadh pada masa
awal perkembanganya dan ingin agar anaknya, Muhammad Al Utsaimin pindah
bersamanya. Maka Syaikh Abdurrahman As Sa’dy (sang guru) menulis surat
kepada ayahanda beliau: “Ini tidak boleh terjadi, kami ingin agar Muhammad
tetap tinggal di sini sehingga dia bisa banyak mengambil manfaat.”

Berkomentar tentang Syaikh tersebut, Syaikh Utsaimin mengatakan: “Syaikh As
Sa’dy sungguh banyak memberi pengaruh kepada saya dalam hal methode
mengajar, memaparkan ilmu serta pendekatannya kepada para siswa melalui
contoh-contoh dan substansi-substansi makna. Beliau juga banyak memberi
pengaruh kepada saya dalam hal akhlak. Syaikh As Sa’dy Rahimahullah adalah
seorang yang memiliki akhlak agung dan mulia, sangat mendalam ilmunya serta
kuat dan tekun ibadahnya. Beliau suka mencandai anak-anak kecil,
pandaimembuat senang dan tertawa orang-orang dewasa. Syaikh As Sa’dy adalah
orang yang paling baik akhlaknya dari orang-orang yang pernah saya lihat.”

Syaikh Utsaimin juga belajar kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz Hafizhahullah,
Syaikh Abdul Aziz bin Baz adalah guru kedua beliau, setelah Syaikh As Sa’dy.
Kepada Syaikh Bin Baz beliau belajar kitab Shahihul Bukhari dan beberapa
kitab karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan kitab-kitab Fiqih.
Mengomentari Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsamin mengatakan: “Syaikh Bin Baz
banyak menpengaruhi saya dalam hal perhatian beliau yang sangat intens
terhadap hadits. Saya juga banyak terpengaruh dengan akhlak beliau dan
kelapangannya terhadap sesama manusia.”

Pada tahun 1371 H, beliau mulai mengajar di masjid. Ketika dibuka Ma’had
Ilmi, beliau masuk tahun 1372 H, Syaikh Utsaimin mengisahkan: “Saya masuk
Ma’had Ilmi pada tahun kedua (dari berdirinya Ma’had) atas saran Syaikh Ali
Ash Shalihy, setelah sebelumnyamendapat izin dari Syaikh Sa’dy. Ketika itu
Ma’had Ilmi dibagi menjadi dua bagian: Umum dan Khusus, saya masuk ke bagian
Khusus, saat itu dikenal pula dengan sistem loncat kelas. Yakni seorang
siswa boleh belajar ketika liburan panjang dan mengikuti tes kenaikan di
awal tahun. Jika lulus dia boleh di kelas yang lebih tinggi. Dengan sistem
itu saya bisa menghemat waktu.”

Setelah dua tahun menamatkan belajar di Ma’had Ilmi, beliau lalu ditunjuk
sebagai guru di Ma’had ilmi ‘Unaizah sambil melanjutkan kuliah di Fakultas
Syari’ah dan tetap juga belajar di bawah bimbingan Abdurahman As Sa’dy
Rahimahullah
Ketika As Sa’dy wafat beliau ditetapkan sebagai Imam Masjid Jami’ di
‘Unaizah, mengajar di Maktabah ‘Unaizah Al Wathaniyah dan masih tetap pula
mengajar di Ma’had Ilmi. Setelah itu beliau pindah mengajar di Cabang
Universitas Imam Muhammad Ibnu Saud Qashim pada fakultas Syari’ah dan
Ushuluddin hingga sekarang. Kini beliau menjadi anggota Hai’atu Kibaril
Ulama (di Indonesia semacam MUI, pent.) Kerajaan Saudi Arabia. Syaikh
Utsaimin memiliki andil besar di medan dakwah kepada Allah Azza wa Jalla,
beliau selalu mengikuti berbagai perkembangan dan situasi dakwah di berbagai
tempat.
Perlu dicatat, bahwa Yang Mulia Syaikh Muhammad bin Ibrahim Rahimahullah
telah berkali-kali menawarkan kepada Syaikh Utsaimin untuk menjadi qadhi
(hakim), bahkan telah mengeluarkan Surat Keputusan yang menetapkan beliau
sebagai Ketua Mahkamah Syari’ah dikota Ihsa’ , tetapi setelah melalui
berbagai pendekatan pribadi, akhirnya Mahkamah memahami ketidaksediaan
Syaikh Utsaimin memangku jabatan ketua Mahkamah .

Karya-karya beliau:
Syaikh Utsaimin Hafizhahullah memiliki karangan lebih dari 40 buah. Di
antaranya berupa kitab dan risalah. Insya Allah semua karya beliau akan
dikodifikasikan menjadi satu kitab dalam Majmu’ul Fatawa war Rasa’il.

Sumber : Fatawa Asy-Syaikh Al-Albani wa Muqaranatuha bi fatawa Al-’Ulama.
Penyusun : Ukasyah Abdul Manan Athaiby, cetakan kedua 1995

Penerbit : Maktabah Ats-Tsurats Al-Islami, Cairo

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.